Tugas etika dan bisnis bab 2

 Nama : Ratna Duwita Sari

Fakultas : Ekonomi & Bisnis

Prodi : Manajemen

Kelas : A01

Nim : 01221009

Mata Kuliah : Etika Bisnis 

Tugas Etika Bisnis

Materi Diskusi

-Berikan gambaran umum tentang profesi bisnis dan tanggungjawab moral dan sosial bisnis beserta contohnya.

Profesi sendiri berasal dari bahasa latin”proffesio” yang memepunyai dua pengetian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila diartikan yang lebih luas menjadi pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalakan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.Dengan demikian Profesi adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta mempunyai komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaan itu.

 Sedangkan Bisnis adalah 'Bisnis, ' sebuah istilah yang berasal dari kata 'busy, ' yang mengacu pada tindakan sibuk. kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan produksi atau pembelian dan penjualan barang dagangan dan pemberian jasa dengan tujuan menghasilkan laba.

Kesimpulanya :  Profesi dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk nafkah hidup dengan menggunakan keahlianya dan ketrampilan. Di bisnis modern ini mensyaratkan dan mengharuskan para pelaku bisnis menjadi orangprofesional. Semakin tajam  persaingan, semakin dituntut sikap profesianal untuk menjaga citra bisnis yang baik. Orang-orang yang profesional selalu berarti orang-orang yang berkomitmen tinggi, serius menggeluti pekerjaanya, bertanggung jawab atas pekerjaanya agar tidak merugikan orang lain.

Contohnya :  Bisnis jasa Titip, Bisnis jasa desain interior dan Arsitektur,Bisnis jasa Konsultan, Bisnis jasa guru bimbingan/Tutor Belajar

Tanggung Jawab Moral dan Sosial Bisnis :  Menurut   Milton  Friedman, tanggung   jawab   sosial   bisnis   adalah memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai laba dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan permainan dalam persaingan bebas tanpa penipuan dan kecurangan. Sedangkan Tanggung jawab moral yang utama menurut Pratley ada tiga, yaitu;

1.       menghasilkan barang-barang, kepuasan konsumen, dan keamanan pemakaian

2.       kepedulian terhadap lingkungan, baik dilihat dari sudut masukan maupun keluaran, pembuangan limbahyang aman. Serta mengurangi penipisan sumber daya alam;

3.       standar minimal kondisi kerja dan system pengupahan serta jaminan sosial. Ketiganya merupakan tanggung jawab minimum.

1.       Hakikat Bisnis adalah Kebutuhan Manusia yang berupa barang dan jasa yang harus terpenuhi kebutuhannya dengan usaha mendapatkan alat pembayarannya yaitu uang atau tukar-menukar barang (barter) yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak. Hakikat bisnis juga memiliki arti yaitu usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas. Businessman (seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebinisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.

2.       Karakteristik profesi bisnis Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat yaitu :

a.       Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

b.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

c.       Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.

d.      Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

e.       Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

3.       Pergeseran paradigma dari pendekatan stockholder ke pendekatan stakeholder: Stakeholders atau stockholders paradigma adalah sebuah paradigma dimana Chief Executive Officer (CEO) berorientasi pada kepentingan pemegang saham. Pihak manajemen sebagai pemegang mandat (agency) berusaha memperoleh keuntungan sebesar – besarnya untuk menyenangkan dan meningkatkan kemakmuran pemegang saham (principal). Seakan – akan pemegang saham merupakan pihak yang paling berpengaruh bagi kelangsungan hidup perusahaan. Prestasi manajemen hanya dilihat dari kemampuannya menghasilkan laba. Hal ini mendorong manajemen menghalalkan berbagai cara demi mengejar keuntungan. Tindakan demikian mengakibatkan adanya pihak – pihak lain yang dirugikan.

-           Paradigma stockholders kemudian mengalami pergeseran, karena pada kenyataannya manajemen dihadapkan pada banyak kepentingan yang pengaruhnya perlu diperhitungkan secara seksama. Bagaimanapun juga dalam kegiatan bisnis akhirnya muncul kesadaran bahwa dalam usaha memperoleh laba, selain stockholders, wajib juga diperhatikan kepentingan pihak – pihak lain yang terkena dampak kegiatan bisnis. Pihak berkepentingan (stakeholders) adalah individu atau kelompok yang dapat dipengaruhi atau mempengaruhi tindakan, keputusan, kebijakan, praktek, dan tujuan organisasi bisnis. Perusahaan berdiri ditengah – tengah lingkungan. Lingkungan merupakan satu – satunya alasan mengapa bisnis itu ada.

-          Pendekatan stakeholders terutama memetakan hubungan – hubungan yang terjalin kedalam kegiatan bisnis pada umumnya. Pendekatan ini berusaha memberikan kesadaran bahwa bisnis harus dijalankan sedemikian rupa agar hak dan kepentingan semua pihak yang terkaityang berkepentingan dengan suatu kegiatan bisnis dijamin, diperhatikan dan dihargai. Pendekatan ini bermuara pada prinsip tidak merugikan hak dan kepentingan manapun dalam kegiatan bisnis. Hal ini menuntut agar bisnis dijalankan secara baik dan etis demi hak dan kepentingan semua pihak yang terlibat dalam suatu kegiatan bisnis. Adapun lingkungan yang berada di sekitar perusahaan adalah pemegang saham, kelompok pendukung,media massa, kelompok sosial, pemerintah asing, pemerintah setempat, pesaing, konsumen, pemasok, pekerja, dan kreditur.

4.      Tanggung jawab moral & sosial bisnis dalam Dunia Modern : Teori Tanggung Jawab Sosial bisnis dibangun di dalam sistem Etika Bisnis itu sendiri. Dimana setiap keputusan dan tindakan bisnis harus divalidasi secara etis sebelum direalisasikan. Jika tindakan atau keputusan bisnis menyebabkan kerusakan pada masyarakat atau lingkungan sekitar, maka bisa terbilang perusahaan atau bisnis dianggap tidak bertanggung jawab secara sosial.Bisnis dan perusahaan harus beroperasi di bawah peraturan dan pedoman pemerintah. membuka suatu bisnis di era yang maju/modern sekarang ini, harus dilandasi rasa tanggung jawab yang tinggi dengan cara menerapkan Etika bisnis disetiap perusahaan dengan menerapkan system etika bisnis dapat mewadahi pembentukan perilaku karyawan dan sebagai pondasi tanggung jawab karyawan diera modern seperti sekarang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini